Karyawan PT. Freeport Indonesia ancam Mogok (Jilib II)

Karyawan PT. Freeport Indonesia ancam Mogok (Jilib II)

 

TIMIKA- Masih teringat di bayang-bayang mogok kerja yang telah dilakukan oleh Karyawan PT. Freeport Indondesia (PT.FI) melalui fasilitatornya Serikat Pekerja Seluru Indonesia (SPSI) PT.FI yang berhimbas memakan dua (2) korban jiwa atas nama alm. Petrus Ayamiseba dan alm. Leo Wandagau, deretan peristiwa yang bermula pada tanggal 15 september 2011 silam tersebut.

Kali ini di bawah komando SPSI PT.FI direncanakan melakukan mogok kerja menyusul belum terealisasinya pemenuhan janji tuntutan mogok kerja jilib I.Pada mogok kerja jilib I pihak SPSI menuntut beberapa point penting antara lain sesuaikan payslip dengan standar nasional yang berlaku di Indonesia, masalah tunjangan /pensiunan harus di bayar langsung dan lainnya.

Rencana kali ini karyawan akan melakukan mogok kerja pada tanggal 12 juli 2012, salah satu karyawan pada Departemen Pangan Sari Utama (SPU) PT. FI, Benny  Magai mengungkapkan“senadanya karyawandi setiap Departemen PT.FI akan rencana melakukan mogok kerja”,  alasannya Magai mengungkapkan lagi “karena tuntutan mogok kerja jlib I belum di realisasikan padahal SPSI telah berjuang menempuh tantangan, perpecahan kubu, godaan dan telah menang namun perjanjian hitam putih diatas kertas antara karyawan dalam hal ini SPSI dan PT.FI belum ada bukti nyata”, “setelah kami melihat gaji pokokdi ATM tidak ada penambahan”. Gaji pokok karyawan Non Staf Departemen PSU perbulan biasanya menerima Rp.  3.000.000,-dijanjikan oleh Managemen akan ditambah gaji pokok sebesar Rp. 2.000.000,- inggah total keseluruan sebesar Rp. 5.000.000,- namun berita ini diturunkan belum digubris oleh pihak ManagemenPT. FI.

Dari pengamatan di lapangan aktivitas karyawan masih berjalan seperti biasanya dimana pembagian jam kerja baik tugas malam maupun pagi masih berjalan normal tetapi hanya karyawan dari Departemen PSU beberapa hari lalu ada melakukan protes pada managemennya juga ada melakukan pertemuan guna menindaklanjuti kenyataan ini, Departemen yang tugas pokoknya adalah menyediakan pasokan bahan makanan bagi karyawan melalui mess pada setiap departemen di PT.FI ini.

Pada kenyataannya semua karyawan ingin melakukan aksi mogok kerja guna satu suara agar tunjangan dan kesejahteraan lebih diperhatikan lagi namun ada juga karyawan yang tidaksetuju melakukan aksi tersebut.Seperti yang diungkapkan salah satu karyawan non papua ungkap Heru, “ kami berharap tidak terjadi hal seperti itu lagi karena kemarin terjadi mogok berhimbas pada semua masyarakat baik karyawan, pemerintah apalagi masyarakat kecil, sudah susah tambah susah bahan kebutuhan pokok sudah tambah mahal malah terjadi korban jwa dan benda”. Ungkapnya dengan penuh harapan dan juga membenarkan mendengar isu-isu di departemen tempat dimana Heru bekerja.

Berbagai ungkapan dengan isu-isu yang beredar memaksakan kita untuk berfikir kedua kali lagi apa yang akan terjadi lagi bila diadakan mogok karyawan ? yang pastinya undang-undang telah mengamanatkan sah-sah saja melakukan aksi mogok tuntutan kesejahteraan dan lain sebagainya, namun dengan cara-cara yang bermartabat dan santun.Terutama PT.FI harus bisa menjelaskan kondisi yang ada di managemen, bisa saja kondisi ini menjadi celah memperuncing keadaan dengan hadirnya pihak-pihak orang ketiga dengan tujuan tertentu. (Kepuge Magai)

There are no comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: